Konsep Content Management
CMS (Content Management System) adalah suatu metoda dalam mengelola sebuah content/isi.
Content ini bisa berupa teks, suara, gambar vedio, animasi dan aplikasi lainnya
yang disimpan dalam sebuah data base sehingga mudah mengelolanya. CMS yang
banyak dipakai saat ini adalah website CMS (WCMS). WCMS adalah perangkat lunak
yang berfungsi untuk membangun dan memelihara/updating web,yang dirancang
sedemikan rupasehingga pemeliharaan dan proses pambuatan web lebih mudah,
efektif, dan efesien.
Adapun juga keuntungnan dalam menggunakan CMS diantanya :
- Dapat
menampilkan Informasi informasi yang up to date, konsisten dan berkualitas
- memiliki
fasilitas yang dapat dimanfaatkan kembali content yang sudah ada.
- Meningkatkan
prokduktifitas dan kepuasan dari sebuat team (web designer, web
programing, web administrator).
- pembuatan
website dapat dilakukan secara desentralisasi(dilakukan beberapa orang
dari berbagai tampat).
- Memiliki
fasilitas untuk mendifinisikan alur kerja dari sebuah team dan melakukan
pengaturan proses approval dan pengaturan-pengaturan lainnya.
Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang
untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web.
Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
- aplikasi
manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
- aplikasi
pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Pemanfaatan CMS dapat digunakan pada :
- Situs
web perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
- Portal
- Galeri
foto
- Aplikasi
E-Commerce.
- Mengelola
website pribadi / blog.
- Situs
web pembelajaran daring (Inggris: e-learning)
- Dan
lain-lain.
Pengertian
Content Management System (CMS)
CMS
(Content Management System) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola
dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara
bersama (collaborative content management). Content mengacu pada informasi
dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu
dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi,
pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke
dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup
software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat
dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan
maupun global.
Dengan
adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan memberikan suatu nilai
lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan fleksibiltas dari Web Site
tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan pemanfaatannya sebagai media
promosi dan membangun citra konsumen, dimana kontinuitas dan inovasi dalam
pemasaran produk-produk secara berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal
yang memegang peranan penting dalam tercapainya target pemasaran.
CMS (Content Management System) adalah suatu sistem yang digunakan untuk
mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi
content secara bersama (collaborative content management). Content mengacu pada
informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain
yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan,
distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk
ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di
antaranya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu
lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi
suatu perusahaan maupun global.
CMS
(Content Management System) terbukti merupakan sebuah aset penting bagi
perusahaan untuk mengelola content situs web dan portal secara efisien dan
efektif. Saat ini, berbagai perusahaan mengkombinasikan content tak berstruktur
dengan transaksi tradisional dan application logic untuk membangun aplikasi berbasis
Web. Web application ini mewujudkan interaksi yang lebih personal dengan para
user-nya, dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan layanan
mandiri bagi para karyawan, partner, penyedia barang dan pelanggan. Aplikasi
berbasis Web yang semakin berdaya, secara tidak langsung meningkatkan peranan
dan pentingnya CMS sebagai bagian dari infrastruktur aplikasi perusahaan. hasil,
pemilihan CMS yang akan diterapkan di perusahaan tidak bisa dianggap remeh.
Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan memberikan suatu
nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan fleksibiltas dari Web
Site tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan pemanfaatannya sebagai media
promosi dan membangun citra konsumen, dimana kontinuitas dan inovasi dalam
pemasaran produk- produk secara berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal
yang memegang peranan penting dalam tercapainya target pemasaran.
Beberapa waktu lalu untuk membangun website menghabiskan waktu yg lama, karena
selain mengatur tampilan layout (memahami disain grafis) sebuah halaman web
juga perlu mengerti berbagai pemrograman web yg statis (HTML, Java…) maupun yg
dinamis (ASP, JSP, PHP, CFML, WML…)..
Sesuai
bahasanya CMS (Content Management System) bisa dipahami sebagai sistem
<System> yang mengelola <Management> isi <Content>. Tentunya
yg dimaksud isi adalah isi/informasi yg akan ditampilkan pada halaman web.
Dengan demikian CMS dirancang agar pemilik web lebih FOKUS mengelola
isi/informasi yg akan disajikan, sedangkan untuk tampilan dan fitur tambahan
sudah tersedia banyak pilihan <tinggal Install/Uninstall aja>.Sebagai
sebuah sistem tentunya CMS terdiri dari beberapa hal yg saling terkait. Untuk
tampilan web banyak tersedia (Theme/Template) yg bisa didapat gratis/bayar,
sedangkan untuk menambahkan fitur di web bisa ditambahkan
(Component/Module/Plugin). Isi/Content akan tersimpan di database (MSSQL,
MySQL, PostgreSQL..) untuk memudahkan pengkategorian.
Dalam
mengelola Isi/Content web tentunya untuk keamanan ada level pengguna. Hanya
pengguna/user dengan level tertentu yang bisa mengelola seluruh isi dan
tampilan web, yang dapat dikelola di halaman Administrator/Dashboard.
Kesimpulannya CMS dibuat untuk memudahkan setiap orang untuk membangun website
tanpa harus memahami secara mendalam tentang Desain Grafis ataupun pemrograman
web, cukup fokus pada isi/content yg akan disajikan, kemudian tentukan CMS yg
akan digunakan sesuai website yg mau dibangun.
Secara umum berdasarkan content/isinya website dapat dikategorikan sbb:
* Blog : berisi catatan jurnal (harian/bulanan/tahunan) atau artikel dgn
kategori tertentu. CMS yg bisa dipilih: Textpattern, Serendipity, WordPress…..
* eCommerce : berisi informasi produk yg mau dijual/lelang/sewa dan kemampuan
bertransaksi secara online. CMS yg bisa dipilih: OSCommerce, PrestaShop,
Magento….
* eLearning : berisi informasi untuk pendidikan dan kemampuan belajar interaktif
secara online. CMS yg bisa dipilih: ATutor, eFront, Moodle…
* Forum : berisi diskusi sesuai isu yang diangkat dan kemampuan membagi menjadi
beberapa Thread/topic/sub-topic. CMS yg bisa dipilih: phpBB, SMF, MyBB,
vBulletin…
* Portal : dapat berisi berbagai informasi dengan banyak fitur yang bisa
disesuaikan kebutuhan. CMS yg bisa dipilih: Typo3, PHP-Fusion, Drupal, Joomla….
Berbagai pilihan CMS dapat dilihat di http://opensourcecms.com/
Agar mudah memahami lakukan “Learning by doing” coba aja salah satu CMS yg
paling banyak digunakan, misalnya WordPress. Walaupun bisa langsung diaktifkan
dihosting gratis, tapi untuk tujuan percobaan install di web server lokal (PC
scara offline). Ada berbagai paket aplikasi (didalamnya udah ada
Apache/MySQL/PHP) diantaranya : PHPTriad, WampServer, Xampp