Selasa, 29 Januari 2013

Pengertian Transistor


Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan
 

 Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET).
Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter)
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal : Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C).
Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

Langkah-langkah membuat web dengan Dreamweaver

Langkah-langkah membuat web dengan Dreamweaver

1. Buka aplikasi dreamweaver, klik html.
2. kemudian Definisakan nama website yamg akan kita buat . dengan cara masuk ke menu SITE -> NAME -> TULIS NAMA WEBSITE Yang akan kita buat
 3. .Membuat table, dengan cara  mauk ke menu insert –> Table – >Isikan Rows = 1, Columns = 1, Table Width = 800 %
4. kemudian kita masukan gambar , dengan cara Masuk ke menu INSERT > IMAGE > Kemudian cari gambar yang akan kita gunakan untuk website kita 
5.Setelah membuat table, arahkan Kursor ke dalam tabel yang kita buat tadi.
6.Buat table yang kedua yang nantinya akan digunakan sebagai layout website kita, seperti contoh : Rows 1, Columns=1 dan Table Width = 800 Pixel, Tabel ini bisa anda atur sesuai dengan kebutuhan anda
7. Atur table mulai dari Header, Footer dll
8. Membuat menu dengan cara, Insert – Spry – Spry Menu Bar
9.Menu ini bisa kita pilih, apakah akan horizontal atau vertical.
10.Save!

Sabtu, 26 Januari 2013

Konsep WEB Berbasis CMS


Konsep Dasar CMS (Content Management System)
CMS (Content Management System) adalah suatu metoda dalam mengelola sebuah content/isi. Content ini bisa berupa teks, suara, gambar vedio, animasi dan aplikasi lainnya yang disimpan dalam sebuah data base sehingga mudah mengelolanya.
(Sumber: ndaremudaku.blogspot.com)

Keuntungan CMS

•Konsistensi design website dapat dijaga
•Content yang dikehendaki dapat dipublikasikan tanpa pengeditan oleh orang lain
•Menghemat biaya untuk mempekerjakan web specialist
•Notifikasi otomatis kepada pemilik website jika ada content yang sudah kadaluarsa
•Memungkinkan kerjasama yang baik antar pengelola suatu website.
•Mengurangi kompleksitas dalam pengelolaan informasi ke website.

Fasilitas Dasar CMS

1.  Content Authoring, Editing and Management
2.  Workflow, Collaboration, and Security
3.  Publishing
4.  Standards Support
5.  Technical specifications

Joomla adalah Content Management System yang dipilih karena ia mudah dipahami, dokumentasi yang baik, dukungan komunitas pengguna dan pengembang yang aktif bersama-sama memberikan bantuan dan untuk semua kesulitan, modul-modul tambahan yang relatif lengkap, serta kemudahan implementasi karena hampir semua hosting server mempunyai syarat minimum untuk menjalankannya.
Fitur - Fitur Joomla
Joomla mempunyai banyak fitur dan dapat ditambah. Di bawah ini adalah fitur-fitur standar dari instalasi Joomla.
·         Archive Manager
·         Banner Manager
·         Category Manager
·         Contact Manager
·         Content Items Manager
·         Control Panel
·         Frontpage Manager
·         Global Check-in
·         Global Configuration
·         Install/Uninstall
·         Language Manager
·         Mambot Manager
·         Mass Mail Users
·         Media Manager
·         Menu Manager
·         Module Manager
·         Module Positions
·         News Feeds Manager
·         Poll Manager
·         Search Engine Text
·         Section Manager
·         Static Content Manager
·         Syndication
·         Template Manager
·         Trash Manager
·         User Manager
·         Web Link Manager

Berikut langkah - langkah untuk menginstal joomla di komputer anda :
1. Ekstrak file joomla yang telah anda download di 
http://www.joomla.org/download.html dengan cara klik kanan lalu klik ekstrak files.
2. Rename folder hasil ekstrak tadi dengan nama yang anda inginkan lalu pindahkan ke drive C:\xampp\htdocs
(Jika komputer anda belum terinstal xampp baca disini)
3. Buka browser mozzila atau Chrome yang telah terinstal di komputer anda ketikkan localhost/phpmyadmin di addres bar kemudian ciptakan database baru dengan mengetikkan nama database  yang anda inginkan lalu klik button ciptakan/create.


4.
Setelah selesai membuat database di phpmyadmin kemudian ketikkan localhost/namafolderjoomlaanda contoh disini folder saya tadi di drive c:\xaamp\htdocs\bekti maka saya tulis localhost/bekti lalu tekan enter maka muncul halaman seperti di bawah ini.

5. Pilih Bahasa yang anda inginkan lalu klik next. pada tahap 2 : Pre-Installation check dan 3 : License langsung klik next saja sampai di tahap 4 hingga muncul halaman seperti di bawah ini.
6. isikan pada usename dengan root dan database name dengan nama database yang anda buat tadi disini contohnya saya isikan bekti. Kemudian klik next.

7. Pada langka 5 : FTP Configuration biarkan no langsung saja klik next pada tahap 6 : Configuration hingga muncul halaman seperti dibawah ini.

8. Isikan nama situs yang ingin anda kelola/yang ing ingin dibuat email dan password lalu klik next untuk menyelesaikan instalasi pada tahap 7 : Finish. dan klik remove instalation folder. lalu klik site/administrator.



Selamat dikomputer anda telah terinstal CMS joomla. anda dapat mengunjunginya langsung di browser anda secara offline di dengan menuliskan localhost/namafolderjoomlaanda di addres bar dan mengedit kontennya di localhost/namafolderjoomlaanda/administrator.
(sumber: http://allwinsmart.wordpress.com)

Keunggulan Joomla!

membuat website menjadi lebih mudah. Kita tidak harus memiliki pengetahuan tentang desain atau bahasa pemrograman bagi seorang pemula untuk belajar membuat website. Proses dan pengerjaanya pun relative mudah dan tidak memakan waktu lama dibandingkan menggunakan aplikasi lain, yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan dasar mengenai cara menginstal software.
  • Gratis : Joomla! bisa didapatkan secara gratis dengan mendownload aplikasinya di internet.
  • Kemudahan mengelola isi website : Mengelola isi website dengan menggunakan Joomla! lebih mudah karena sudah disediakan untuk pengaturannya. Pengguna Joomla! tinggal membuat saja apa yang ingin di isikan ke dalam website nya.
  • Kemudahan mengganti tampilan website : Tampilan atau yang biasa disebut template Joomla! sangat banyak dan beragam sesuai dengan versi Joomla! yang kita gunakan. Memodifikasi template yang kita pakai pun sangat mudah dengan menggunakan software Photoshop, template tersebut bisa di edit tanpa harus mempersoalkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan demikian,template akan berubah sesuai yang anda inginkan.
  • Dukungan dari pihak ketiga : Jika kita ingin menginstal komponen atau modul yang didownload dari internet,bisa dengan mudah digunakan dan di konfigurasikan sesuai keinginan kita . Tentu saja, komponen tersebut harus sesuai dengan versi Joomla! yang kita pakai / install. Untuk saat ini mungkin anda belum dapat membuat modul atau komponen Joomla! sendiri,namun suatu saat nanti, mungkin saja anda dapat membuat komponen-komponen atau modul tersebut untuk website anda sesuai yang anda kehendaki.

Kelemahan Joomla!

Beberapa kelemahan yang sudah disempurnakan Joomla! adalah :
  • Penyempurnaan di class phpmailer.
  • Penambalan cacat di fitur aktivasi yang mengandung ruang terbuka untuk diserang dengan SQL injection.
  • Penyempurnaan cacat di komponen Poling (polls component).
  • Penyempurnaan mass mailer yang terbuka bagi spam.
(sumber: http://ifoell.blogspot.com)

konsep dasar CMS


Konsep Content Management

CMS (Content Management System) adalah suatu metoda dalam mengelola sebuah content/isi. Content ini bisa berupa teks, suara, gambar vedio, animasi dan aplikasi lainnya yang disimpan dalam sebuah data base sehingga mudah mengelolanya. CMS yang banyak dipakai saat ini adalah website CMS (WCMS). WCMS adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk membangun dan memelihara/updating web,yang dirancang sedemikan rupasehingga pemeliharaan dan proses pambuatan web lebih mudah, efektif, dan efesien.

Adapun juga keuntungnan dalam menggunakan CMS diantanya :
  • Dapat menampilkan Informasi informasi yang up to date, konsisten dan berkualitas
  • memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan kembali content yang sudah ada.
  • Meningkatkan prokduktifitas dan kepuasan dari sebuat team (web designer, web programing, web administrator).
  • pembuatan website dapat dilakukan secara desentralisasi(dilakukan beberapa orang dari berbagai tampat).
  • Memiliki fasilitas untuk mendifinisikan alur kerja dari sebuah team dan melakukan pengaturan proses approval dan pengaturan-pengaturan lainnya.

    Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
  • aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
  • aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

Pemanfaatan CMS dapat digunakan pada :
  • Situs web perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
  • Portal
  • Galeri foto
  • Aplikasi E-Commerce.
  • Mengelola website pribadi / blog.
  • Situs web pembelajaran daring (Inggris: e-learning)
  • Dan lain-lain.
Pengertian Content Management System (CMS)
CMS (Content Management System) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan maupun global.

Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan memberikan suatu nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan fleksibiltas dari Web Site tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan pemanfaatannya sebagai media promosi dan membangun citra konsumen, dimana kontinuitas dan inovasi dalam pemasaran produk-produk secara berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal yang memegang peranan penting dalam tercapainya target pemasaran.

CMS (Content Management System) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan maupun global.

CMS (Content Management System) terbukti merupakan sebuah aset penting bagi perusahaan untuk mengelola content situs web dan portal secara efisien dan efektif. Saat ini, berbagai perusahaan mengkombinasikan content tak berstruktur dengan transaksi tradisional dan application logic untuk membangun aplikasi berbasis Web. Web application ini mewujudkan interaksi yang lebih personal dengan para user-nya, dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan layanan mandiri bagi para karyawan, partner, penyedia barang dan pelanggan. Aplikasi berbasis Web yang semakin berdaya, secara tidak langsung meningkatkan peranan dan pentingnya CMS sebagai bagian dari infrastruktur aplikasi perusahaan. hasil, pemilihan CMS yang akan diterapkan di perusahaan tidak bisa dianggap remeh.
Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan memberikan suatu nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan fleksibiltas dari Web Site tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan pemanfaatannya sebagai media promosi dan membangun citra konsumen, dimana kontinuitas dan inovasi dalam pemasaran produk- produk secara berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal yang memegang peranan penting dalam tercapainya target pemasaran.
Beberapa waktu lalu untuk membangun website menghabiskan waktu yg lama, karena selain mengatur tampilan layout (memahami disain grafis) sebuah halaman web juga perlu mengerti berbagai pemrograman web yg statis (HTML, Java…) maupun yg dinamis (ASP, JSP, PHP, CFML, WML…)..


Sesuai bahasanya CMS (Content Management System) bisa dipahami sebagai sistem <System> yang mengelola <Management> isi <Content>. Tentunya yg dimaksud isi adalah isi/informasi yg akan ditampilkan pada halaman web. Dengan demikian CMS dirancang agar pemilik web lebih FOKUS mengelola isi/informasi yg akan disajikan, sedangkan untuk tampilan dan fitur tambahan sudah tersedia banyak pilihan <tinggal Install/Uninstall aja>.Sebagai sebuah sistem tentunya CMS terdiri dari beberapa hal yg saling terkait. Untuk tampilan web banyak tersedia (Theme/Template) yg bisa didapat gratis/bayar, sedangkan untuk menambahkan fitur di web bisa ditambahkan (Component/Module/Plugin). Isi/Content akan tersimpan di database (MSSQL, MySQL, PostgreSQL..) untuk memudahkan pengkategorian.

Dalam mengelola Isi/Content web tentunya untuk keamanan ada level pengguna. Hanya pengguna/user dengan level tertentu yang bisa mengelola seluruh isi dan tampilan web, yang dapat dikelola di halaman Administrator/Dashboard.
Kesimpulannya CMS dibuat untuk memudahkan setiap orang untuk membangun website tanpa harus memahami secara mendalam tentang Desain Grafis ataupun pemrograman web, cukup fokus pada isi/content yg akan disajikan, kemudian tentukan CMS yg akan digunakan sesuai website yg mau dibangun.
Secara umum berdasarkan content/isinya website dapat dikategorikan sbb:
* Blog : berisi catatan jurnal (harian/bulanan/tahunan) atau artikel dgn kategori tertentu. CMS yg bisa dipilih: Textpattern, Serendipity, WordPress…..
* eCommerce : berisi informasi produk yg mau dijual/lelang/sewa dan kemampuan bertransaksi secara online. CMS yg bisa dipilih: OSCommerce, PrestaShop, Magento….
* eLearning : berisi informasi untuk pendidikan dan kemampuan belajar interaktif secara online. CMS yg bisa dipilih: ATutor, eFront, Moodle…
* Forum : berisi diskusi sesuai isu yang diangkat dan kemampuan membagi menjadi beberapa Thread/topic/sub-topic. CMS yg bisa dipilih: phpBB, SMF, MyBB, vBulletin…
* Portal : dapat berisi berbagai informasi dengan banyak fitur yang bisa disesuaikan kebutuhan. CMS yg bisa dipilih: Typo3, PHP-Fusion, Drupal, Joomla….
Berbagai pilihan CMS dapat dilihat di http://opensourcecms.com/ Agar mudah memahami lakukan “Learning by doing” coba aja salah satu CMS yg paling banyak digunakan, misalnya WordPress. Walaupun bisa langsung diaktifkan dihosting gratis, tapi untuk tujuan percobaan install di web server lokal (PC scara offline). Ada berbagai paket aplikasi (didalamnya udah ada Apache/MySQL/PHP) diantaranya : PHPTriad, WampServer, Xampp